Minggu, 03 Februari 2013

FF [Teen Top] - Will U Go Out With Me?!





Title                 : Will u go out with me??!!
Genre              : Romance
Cast                 : Icha (OC)
                          Niel (Teen Top)
                          Changjo, L.Joe, Ricky, Chunji, CAP (Teen Top)
                          Park Yoo Ra (OC)
                          Nicole (KARA)
                          Nam Joo (A Pink)

-----------------------------**Author Note**---------------------------------
Mianhae kalo banyak typo... Btw ini FF direquest sama seorang teman yang mau buat kejutan untuk seorang teman yang lain. Jadi ini critanya surprise gitu deh kekeke~~~...

So.. Happy Reading all


---------------------------------------------------------------------------------


**Prologue**
“AHHHHH!!!!” Teriak seorang yeoja cantik yang kehilangan keseimbangan
Belum sempat punggungnya bersentuhan dengan lantai, dengan sigap namja gagah dengan wajah yang kecil menangkap pinggang yeoja itu
Masih dengan ekspresi kaget, yeoja itu memeluk leher namja yang telah menyelamatkannya erat. Saat menyadari posisinya yang tak bersentuhan dengan lantai, yeoja itu melihat mata namja yang tengah melihat kearahnya juga. Dengan semilir angin yang menerbangkan helaian rambut mereka, menyembul tulisan ‘To Be Continued’ dilayar kaca.

Aigoo, romantisnya. Aku tidak bisa membayangkan bila aku jadi yeoja itu. Kalau sampai kejadian itu terjadi padaku, pasti aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan namja itu” Kata seorang yeoja sambil memeluk guling berwarna biru
Babongie!! Apa yang kupikirkan?!” Kali ini yeoja itu memukul kepalanya sendiri mencoba menghentikan virus drama Korea yang telah lama menjangkit dalam kehidupannya

Yeoja itu adalah Icha, seorang yeoja yang berasal dari Indonesia tapi harus tinggal di Korea karena tuntutan pekerjaan ayahnya. Sudah hampir 5 tahun Icha tinggal di Korea, bahkan diapun kuliah di Seoul University.

***

[Icha POV]

Aku langsung menyambar sepatu yang berada pada posisi paling atas di rak. Saat kulangkahkan kakiku menjauhi pekarangan rumah, terasa tidak nyaman kukenakan sepatu ini. Tapi aku tidak memperdulikannya karena aku tidak punya waktu lagi bila harus menukar sepatu yang kukenakan dengan yang lain. Karena menonton drama korea semalam, aku harus membayarnya dengan bangun kesiangan, padahal hari ini aku harus meminjam novel limited yang akan dikembalikan oleh peminjam sebelumnya.
Annyeonghaseyeo” Ujarku kepada penjaga perpustakan saat memasuki perpustakaan Seoul University

Aku berjalan cepat menuju rak novel, dan berbinar melihat cover novel yang sangat ingin kupinjam sejak bulan lalu itu. Tapi masalahnya sekarang adalah aku harus mencari tangga karena novel itu berada pada rak yang paling atas.
“Harus kudapatkan novel itu” Kataku pada diri sendiri saat menaiki tangga
“Kudapatkan juga” Kataku bersemangat sambil memegang novel itu

Kuturuni tangga perlahan dengan tangan kanan memegang novel dan tangan kiri memegang gagang tangga. Kurasakan kakiku keluar dari sepatu saat menuruni tangga karena sepatu yang kebesaran, kugoyangkan sepatu itu untuk menempelkannya kekakiku kembali tapi itu membuat keseimbanganku terganggu. Alhasil tangga yang kutumpangi untuk mengambil novel bergoyang dan membuat tubuhku melayang untuk menyambut lantai perpustakaan.

“Ahhh” Kupejamkan mata saat mengetahui bahwa punggung tercintaku harus berciuman dengan lantai
BRAAKK.. terdengar bunyi tangga yang jatuh tepat disampingku. Aku merasakan kejanggalan, bukankah kalau tangga itu terjatuh akupun akan ikut terjatuh tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali.

Kubuka perlahan mataku dan mendapati seraut wajah manis dengan mata indah dan bibir yang begitu menggoda tengah melihat kearahku. Rambutnya yang lumayan panjang menutupi sebagian matanya, tapi tak menyangkal kemanisan yang terpancar dari wajah namja itu. Tatapan matanya yang bagai pengguyur air saat kemarau itu membuatku tak ingin mengalihkan pandangan, untuk berkedippun rasanya tak rela.
Saat kesadaran kami kembali dari lamunan masing-masing. Kutegakkan tubuh dan membungkuk kearahnya.
Gamsahamnida” Ucapku kearah namja yang telah menolongku
Namja itu mengangguk “N-Ne” Serunya terbata
Aigoo.. Kenapa aku jadi berdebar seperti ini?!” Seruku memegang dada saat namja itu pergi meninggalkanku seorang diri didalam perpustakaan dengan tangga yang masih tergeletak tak bernyawa.
***
Aku berjalan keluar kampus sambil memegang novel dan tetap merasakan debaran dadaku yang tak ingin berhenti. Dengan tertunduk kubayangkan lagi kejadian diperpustakaan yang membuat dada ini serasa ingin meledak. Namja dengan wajah canggung yang telah menyelamatkanku.
“Sepertinya aku familiar dengan wajah itu, tapi dimana aku pernah melihatnya?!” Ujarku masih dengan tertunduk

Masih dengan pikiran mengawang tentang namja itu, bahuku disenggol seseorang sehingga membuat novel yang kupegang terjatuh. Saat tubuhku ingin mengambil buku itu, gerakan tangan seseorang lebih cepat mengambil buku yang tergeletak tepat 1 meter didepan kakiku.
Yogi’ Ujar seorang yeoja dengan senyum manis
Ne, gamsahamnida” Aku membungkuk dan hendak mengambilnya tapi saat tanganku menyentuh novel itu, yeoja itu menarik novel itu kearahnya kembali dan membaca sinopsis dicover belakang.
“Apakah ini edisi khusus, story love-nya Susenku?!” Lanjut Yeoja itu
Ne, itu adalah novel limited yang hanya ada 100 buah di Korea. Kau mengetahuinya?” Tanyaku melihat yeoja yang familiar dipengelihatannku
Geure, aku suka sekali membaca novel. Oh no, I mean I loved it. Kau temukan dimana novel ini?” Tanya yeoja yang tak kuketahui namanya itu
“Aku baru saja meminjamnya diperpustakaan, apa kau ingin meminjamnya juga? Bila aku sudah selesai membaca, kau bisa meminjamnya” Senyumku
Jjinjja?!” Tanya yeoja itu dengan ekspresi gembira dan menyerahkan novel kearahku
“Tentu saja” Sahutku mengangguk sambil menerima novel itu
“Aku sering melihatmu tapi aku tak tahu namamu. Yoo Ra-imnidaYeoja yang bernama Yoo Ra itu membungkuk kearahku
Joneun Icha-imnida, aku juga sering melihatmu. Tapi kita beda fakultas jadi tidak saling mengenal. Bangapseumnida” Aku balas membungkuk
“I-cha?! Ya~ kau sepertinya bukan orang korea” Yoo Ra mengulang namaku
Aku mengangguk dan menceritakan identitasku kepadanya. Ternyata dia seorang yeoja yang sangat menyenangkan dan kamipun mempunyai kesamaan yaitu sama-sama suka membaca novel. Sepertinya kami akan jadi partner yang baik.

***

[Author POV]

Icha yang mengenakan pakaian putih dengan tali berwarna coklat yang melilit pinggangnya tengah memperhatikan sekeliling dengan seksama. Sesekali dia berjalan ketengah dan melerai kedua mahasiswa yang tengah berlatih.

Iya, dia adalah wakil ketua dari klub Karate di Seoul Univesity, walaupun dia sebentar lagi akan lulus tapi posisi itu tetap dipercayakan padanya dan sampai batas waktu yang tidak ditentukan untuk menempati posisi itu. Dan setiap minggu, Icha harus kembali ke kampus untuk melaksanakan tugasnya, yaitu melatih teman-teman yang lain karate.

Sunbaenim, aku izin kekantin sebentar” Cetus Icha pada sosok disampingnya sambil memegang perut
“Apa kau belum makan eoh?! Kebiasaan. Ne palli” Seru orang itu
Ne gomawoyeo sunbaenim” Senyum Icha bergegas meninggalkan ruang latihan

Dikantin...
Saat Icha tengah menunggu pesanannya datang, tiba-tiba tangan seseorang memukul bahunya.
OMO, kau mengagetkanku saja Yoo Ra-ya” Gerutu Icha
“Mianhae” Seringai Yoo Ra
“Jadi apa kau sudah selesai membaca novel itu?” Tanya Yoo Ra mengaduk minumannya setelah Icha mendapatkan makanan dan duduk dibangku kantin
“Belum, apa kau sangat ingin membacanya?” Tanya Icha menyuapkan makanan kedalam mulutnya
Ne, setelah melihatnya kemarin aku jadi selalu terbayang dengan novel itu” Terlihat Yoo Ra memegang perutnya
“Aku harus kekamar mandi sebentar” Lanjut Yoo Ra beranjak pergi

Dreettt.. dreeettt... dreeetttt.. Handphone yang tergeletak dimeja terlihat bergetar. Dengan rasa penasaran Icha mengambil handphone Yoo Ra yang tertinggal, tanpa membukanya Icha melihat wallpaper yang terpampang dilayar.
“ChangRa?!” Gumam Icha membaca tulisan yang ada di layar handphone Yoo Ra
Namja ini sepertinya aku kenal” Lanjut Icha melihat wallpaper yang muncul di layar handphone

Disaat bersamaan, LCD TV yang berada pada dinding kampus menampilkan MV dari Boy Band yang beranggotakan 6 orang namja.
Call me call me girl... call me na gimago naege... Be Ma Girl, would you be ma girl...” Terdengar sepenggal lirik lagu itu

Aigoo.. namja itu? Teen Top” seru Icha melihat MV Be Ma Girl yang menampilkan Niel
Namja itu” Tunjuk Icha ke handphone Yoo Ra
Wae? Kenapa dengan wajahmu?” Tanya Yoo Ra yang telah kembali dari toilet
Eopseo, hanya saja tadi handphone-mu berbunyi, ada telepon dari seseorang yang bernama ChangRa dan wallpaper yang keluar namja itu” Tunjuk Icha pada layar LCD yang tengah menampilkan wajah Changjo
Guereseo?!” Tanya Yoo Ra melihat handphonenya
“Apa kau sangat menyukai Teen Top? Sehingga memasang wallpapernya” Selidik Icha penasaran
“Menyukai Teen Top?! anak-anak menyebalkan itu?! Andwaeyeo!!!. Wallpaper itu juga bukan aku yang menyettingnya tapi ada namja babo yang menyuruhku untuk mengunakan wallpaper itu” Refleks Yoo Ra
“Teen Top menyebalkan?! Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Icha
“hehe” Kekeh Yoo Ra sambil mengetik dihandphonenya tanpa menjawab pertanyaan Icha
“Yoo Ra-ya, kau tahu siapa nama namja itu?” Tunjuk Icha pasa LCD yang menampilkan wajah Niel
Ne, Niel-ah wae?” Tanya Yoo Ra bingung
“Niel-ah oh arraseo. Yang menjadi wallpapermu?” Tanya Icha kembali
“Changjo-ya, wae kau menanyakan mereka? Apa kau menyukai salah satu dari mereka?” Tanya Yoo Ra tak mengerti
“Eh?! Eeopseo” Senyum Icha malu

Saat mereka melanjutkan makan yang tertunda. Icha membalikkan pikirannya pada kejadian kemarin siang diperpustakaan. Pada seorang namja berwajah canggung yang telah menyelamatkannya. Seorang namja yang ternyata merupakan salah satu anggota boy band terkenal di Korea.
“Jadi, namja itu bernama Niel. Aigooo kenapa dadaku kembali berdebar” Batin Icha

***

Icha duduk dilantai dan bersandar pada dinding perpustakaan yang dingin, menyusuri setiap kata yang tergeletak dikertas berwarna putih dan membalikkan setiap lembaran dengan perlahan. Wajahnya terangkat, saat seseorang menganggu konsentrasinya dengan berjalan sangat cepat tepat dihadapannya.
Ya~ bisakah kau jalan perlahan eoh?! Kau tak melihat ada seseorang yang tengah membaca” Icha bangkit dan melihat punggung namja yang menganggunya membaca
“Oh, jeosonghamnida” Seru namja itu yang membuat Icha terdiam setelah membalikkan badan
Neo” Seru Icha setelah melihat wajah namja itu
Namja itu membungkuk dan tersenyum canggung
“Oh, jeosonghamnida. Aku tak bermaksud” ujar Icha bersemu
Gwe-gwenchanayeoNamja itu membungkuk kembali dengan ekspresi gugup yang sangat jelas
Gamsahamnida” Ujar Icha
Namja itu terlihat bingung “Gamsahamnida mworagoyeo?”
“Karena kau telah menyelamatkanku, kemarin” Ujar Icha tersenyum
Cheomaneyeo” Ujar namja itu singkat
“Apa yang kau lakukan disini Niel-ah?’ Tanya Icha yang mengingat nama yang diberitahukan Yoo Ra
“Kau mengenalku?” Ujar Niel terlihat sangat terkejut
Ne, bagaimana aku tak mengenalmu?! Seorang hallyu star” Senyum Icha manis
“Jadi apa yang sedang kau lakukan disini? Kurasa seorang idol tidak suka membaca” Lanjut Icha
“Aku tengah menunggu dongsaeng yang kuliah disini tapi tiba-tiba kerumunan yeoja mendekat dan mengejarku” Niel tertunduk
“Oh sekarang aku mengerti mengapa kau berjalan sangat cepat seperti itu” Icha melihat Niel
Niel hanya menggangguk
“Sepertinya mereka masih mengejarmu, kau ingin tetap disini?” Tanya Icha melihat kearah jendela
Ne, kalau aku keluar sekarang pasti aku kembali takkan utuh” Niel ikut melihat jendela
“Apa maksudmu?!” Senyum Icha, “Dan kau bisa menunggu disini denganku” Sahut Icha
Niel melihat Icha dan mengangguk malu
“Namamu siapa?” Niel memberanikan diri
“Icha-imnida” Senyum Icha
Bangapseumnida” Niel membalas dengan tersenyum sangat manis

Icha mengepalkan tangannya sambil terus memandang wajah namja manis yang tengah berada dihadapannya itu. Dengan dada yang terus berdebar tak tentu frekuensinya, Icha meminta Niel untuk menunggu kerumunan yeoja itu menjauh dengan membaca buku bersamanya. Dari perkataannya yang menunjukkan kesopanan, Icha yakin bahwa dia seorang yang amat baik, tapi dari cara kegugupan yang terlontar membuatnya geli bahkan Niel tak sekalipun melihat mata Icha saat berbicara. Dan mungkin itu yang membuat Icha lebih menaruh hati pada sosok Niel, pada sosok Ahn Daniel.

Ternyata cinta pada pandangan pertama itu memang ada, dan Icha-lah pembuktian kebenaran itu.

***

“Ternyata kau wakil klub karate? Wow daebak” Ujar  Niel mengaduk minumannya dikantin setelah langit menjadi gelap
Ne, seorang yeoja tak harus kalah dengan namja kan?!” Icha membeberkan
“Setelah seharian kita mengobrol kenapa wajahmu masih terlihat canggung eoh Niel-ah?” Tanya Icha melihat Niel yang masuk merunduk
“Aku hanya tak biasa berbicara dengan yeoja” Ujar Niel
Geotjimal” Icha memukul bahu Niel sambil tertawa
Jeongmal” Niel meyakinkan
“Berarti kau tak mempunyai seorang yeojachingu sampai sekarang?” Tanya Icha
Niel mengangguk sedang Icha tersenyum kecil mengandung arti kearah Niel
Wae kau melihatku seperti itu?”
Aniyo, aku hanya tidak percaya. Wajahmu menunjukkan keplayboyan” Icha tersenyum
Ani” Ujar Niel cepat

Icha hanya tertawa mendapat respon cepat yang keluar dari mulut Niel. Sebenarnya, itu adalah sebuah informasi yang sangat menguntungkan untuknya. Niel yang belum pernah memiliki yeojachingu dan bahkan belum pernah berpengalaman soal itu. Apakah ini sebuah pertanda untuknya?!

***

Beberapa hari kemudian. Setelah beberapa hari berbincang dengan Niel karena kebetulan yang sangat mengasyikkan membuat Icha berkeyakinan bahwa dia memang menyukai Niel, sejak pertama kali bertemu. Love at Library, ah itu konyol tapi begitu menggemaskan sehingga membuat hati Icha serasa tergelitik walau tak ada tangan yang menggelitik.

[Icha POV]

Aku berjalan kearah apartement yang menjulang dikawasan Seoul setelah mendapat SMS dari seorang teman yang mempunyai hobi yang sama denganku, yaitu membaca novel. Ya.. Aku sekarang tengah menuju lantai apartement Yoo Ra, karena janjiku meminjamkan novel yang kupinjam juga dari perpustakaan. Setelah mendapat alamat yang diberitahukan Yoo Ra lewat SMS, aku segera munuju apartement itu.

TING..
Pintu lift terbuka dan aku bergegas keluar dan menuju kamar apartement Yoo Ra,tapi langkahku terhenti saat melihat pemandangan yang mengejutkan tengah terjadi didepan bola mataku. Yoo Ra tengah bercengkrama akrab dengan namja yang mengambil hatiku saat pertama kali bertemu. Mereka terlihat dekat, bahkan Niel terlihat tengah mencubit pipi Yoo Ra yang memang terlihat lebih lembut dari pipiku.

Noona, kau jangan seperti itu eoh?! Kau harus lebih seperti yeoja” Ujar Niel mencubit kedua pipi Yoo Ra
“Memang aku tidak seperti yeoja eoh?!” Yoo Ra melepaskan tangan Niel dari pipinya
“Memang kau seorang yeoja? Kau itu seorang ahjumma” Ujar Niel nakal menjauh beberapa centi
Babongie~ kau benar-benar ingin mati” Yoo Ra memukul kepala Niel
“Bila aku mati ditanganmu, aku sungguh rela. Itu akan sangat menyenangkan, berikan tanganmu noona, biarkan dia mengoyak-oyak tubuhku. Kajja kemarikan” Ujar Niel mengambil tangan Yoo Ra
“Kau sungguh memuakkan” Yoo Ra mendengus
Niel hanya terkekeh mendapat perlawanan dari Yoo Ra
“Icha-ya” Ujar Yoo Ra kaget saat memalingkan wajahnya kearah lift
Ne, aku hanya ingin memberikan ini” Aku berjalan kearah Yoo Ra dan Niel sambil menyodorkan novel yang ingin dipinjam Yoo Ra
“Oh ne, gomawoyeo Icha-ya” Yoo Ra mengambil novel itu dan tersenyum
Annyeonghaseyeo” Kubungkukan tubuh kearah Niel yang terlihat terkejut akan kedatanganku
“Apa kau merasa aku penganggu Niel-ah?” batinku bertanya saat melihat ekspresi Niel yang seakan menunjukkan ketidaksukaan
“Aku hanya ingin menyerahkan itu. Annyeong” Aku berjalan menuju lift karena pandangan Niel yang seperti menyudutkan dan menyuruhku untuk pergi secepatnya dari sini
“Icha-ya, kau tak mau mampir eoh?” Teriak Yoo Ra
Gomawo, aku tak ingin menganggu” Aku menggeleng dan berjalan kedalam lift

“Kenapa hati ini begitu perih hanya karena melihat kau berduaan dengan yeoja lain Niel?! Tapi rasanya lebih perih saat kau bisa tersenyum lepas dan menjadi dirimu bila dengan Yoo Ra, apa kau menyukainya?! Apa ini juga alasan Yoo Ra mengenal anak-anak Teen Top?! Ah Icha, kenapa kau harus menyerahkan seluruh hatimu  pada namja yang bahkan baru seminggu kau mengenalnya” Aku menghembuskan nafas panjang didalam lift

[Author POV]

TING.. lift terbuka di lantai ground apartement, Icha keluar bertepatan seorang Namja berwajah imut memasuki lift diikuti seorang yeoja imut yang turut mengikuti dengan mimik muka tak berdosa.

“Ricky-ya, mianhae” Ucap yeoja itu
Andwaeyeo” Ujar namja yang bernama Ricky ketus
Wae andwaeyeo?!” Lanjut yeoja itu mengelayuti lengan Ricky

Icha yang melihat kejadian itu terpaku dengan wajah yang masih terlihat sendu. Tanpa pikir panjang setelah lift tertutup kembali, dia berjalan menuju pintu keluar. Sebelum benar-benar meninggalkan apartement ini, Icha kembali terdiam didepan kaca lobby dan memikirkan kejadian tadi, kejadian yang membuat hatinya lebih retak dan pecah dibanding kaca yang diinjak ribuan kali. Berkali-kali dia hembuskan nafas panjang, berharap semua kenyataan ini hanya semu. Semua kejadian ini hanya khayalan, tapi sekeras apapun Icha berusaha menolak-nya dia sadar bahwa kejadian tadi nyata, sangat nyata. Dan selimut kelabu hatinyapun nyata, membuat hatinya tak melihat apapun kecuali cinta pertama konyol yang menjerat terlalu dalam dihatinya.

Dengan tertunduk, Icha berjalan keluar. Tapi dadanya berdebar merasakan sosok orang yang telah merebut hatinya. Perlahan Icha menoleh kebelakang, dengan senyum kecil Icha melihat Niel yang tengah berlari kearahnya.
“Ada yang salah?” Tanya Niel tersengal-sengal
Icha menggeleng “Aniyo, memang ada yang salah?” Ujar Icha berusaha menahan rasanya
“Lantas kenapa kau buru-buru?” Tanya Niel menyerahkan ID card Icha
“Bagaimana ini bisa ada padamu?” Icha menatap bingung ID card-nya
“Kau menjadikannya sebagai pembatas buku” Kata Niel
“Oh iya, gamsahamnida” Icha membungkuk
Cheo....
Hyung” Sahut seseorang sebelum Niel melanjutkan perkataannya
“Apa yang kau lakukan disini eoh?! Bukankah kau seharusnya pergi dengan Yoo Ra noona?” Ujar namja yang wajahnya menjadi wallpaper handphone Yoo Ra itu yang kembali membuat hati Icha bertambah perih
Ya~ aku pasti akan pergi dengan noona galak itu” Ujar Niel
Noona galak?! Ya dia memang galak” Ujar namja itu mengiyakan ucapan Niel
Matanya beralih pada sosok yeoja yang berada disamping Niel, kemudian dia membungkuk kearah Icha
Annyeonghaseyeo Teen Topue Changjo-imnida” Ujar namja itu
“Icha-imnida” Seru Icha tak bersemangat
“Oh kau yang bernama Icha-ya?! Yoo Ra noona sering bercerita tentangmu” Ujar Changjo tersenyum
“Bercerita?” Icha bingung
“Ne, Yoo Ra noona bilang kau wakil klub karate di Seoul University. Akupun mahasiswa disana tapi semester awal” Changjo merangkul bahu Niel
“Oh geure?! Kapan-kapan kita mengobrol lagi Changjo-ya, aku sedang terburu-buru sekarang” Icha tersenyum kecil dan berlalu meninggalkan Niel & Changjo yang menatap punggung Icha yang menjauh.

***

Yeoboseyeo?” Ujar Icha digagang telepon
“Malam ini? Ne, aku usahakan” Ujar Icha dengan nada malas
Ne, aku akan datang Yoo Ra-ya” Icha menaruh telepon pada tempatnya

Icha menghempaskan punggung ke sofa lembut berwarna merah dan pikirannya melambung setelah mendapat telepon dari Yoo Ra barusan. Telepon yang menyuruhnya datang ke apartement Yoo Ra malam ini. Bahkan hari inipun belum lewat tapi Icha harus menghadapi Niel dan Yoo Ra yang akan bersamaan. Ya, acara ini adalah dinner bersama Teen Top.

“Apakah aku harus datang?” Bisik Icha pelan

***

Ting.. Tong..

[Icha POV]

Kutekan bell apartement Yoo Ra. Akhirnya kuputuskan untuk datang malam ini, kenapa harus kukorbankan jalinan pertemananku hanya karena Niel yang menyukai Yoo Ra. Aku mungkin yang salah mengartikan sikap baik Niel terhadapku, walau ini akan menyakitkan tapi aku harus hadapi ini bukan malah menghindarinya. Aku yang mulai meyukainya sejak awal jadi aku juga harus mulai melupakannya sejak sekarang.
“Icha-ya annyeonghaseyeo. Kajja” Yoo Ra menarik tanganku

Aku berjalan mengikutinya, ekor mataku tertuju pada sosok yang tengah melihat kearahku. Tolong jangan melihatku seperti itu Niel, kau tahu tatapanmu membuat hatiku berkembang kembali. Biarkan tujuanku melupakannmu mulus menuju garis finish tanpa ada penghalang apapun.

Yeoreubeun, perkenalkan ini Icha-ya. Aku mengundangnya untuk makan malam bersama kita karena dia seorang Angel” Yoo Ra menggebu
Angel?” Aku melihat Yoo Ra tak mengerti
Bagaimana menjadi Angel, bila mengenal Teen Top saja baru seminggu yang lalu.
Jjinjja?! bangapseumnida” Ujar namja imut yang tadi kutemui dilift bersama dengan yeoja
“Kau yang tadi kan? Yang mengacuhkan seorang yeoja” Ujarku padanya
Yeoja?” tanya namja disampingnya yang terlihat sangat manly dengan topi yang bertuliskan CAP
“Oh Nam Joo-ya” Ujar namja itu singkat
“Kau mengacuhkan Nam Joo-ya? Bagaimana mungkin?” Ujar namja yang duduk tepat dihadapan Ricky, namja yang sangat cantik
“Tentu bisa hyung, aku harus memberinya pelajaran. Ya~ Yoo Ra noona, cepat keluarkan makanannya, perutku sudah tidak sabar” Ujar Ricky
“Sabarlah, L.Joe-ya eodiseo?” Yoo Ra duduk dihadapan Niel
“Kau bisa duduk disini, L-Joe hyung akan datang terlambat” Ujar Niel memintaku duduk disampingnya yang memang belum ada yang menempati
“L-Joe hyung terlambat kenapa?” tanya Changjo yang bersebelahan dengan Yoo Ra
“Dia ada urusan sebentar dengan Nicole noona” Ujar Niel

Aku melirik sedikit kearah Niel, membiarkan hatiku yang terkikis sedikit terobati dengan melihat wajah manis yang berkharisma itu. Akankah aku sanggup melepaskan dan melupakanmu Niel-ah?!
“Apakah minuman ini kau yang membuatnya noona?” Ujar Changjo menghentikan lamunanku
Ne, wae?” tanya Yoo Ra singkat
“Manis sekali seperti wajahmu” ujar Changjo tersenyum
Noe!” Yoo Ra terbelalak
Ya~ kau jangan menatapku dengan mata indahmu seperti itu” Ujar Changjo mengelus mata Yoo Ra
“Changjo-ya” Kata Yoo Ra berusaha menghentikan Changjo
Ne, Kenapa hanya satu kata yang keluar dari bibir seksimu noona. Aku akan selalu mendengar apa yang kau katakan, gerakan bibirmu sungguh menggoda” Changjo menatap Yoo Ra
Ya~ Changjo-ya kau membuatku tak nafsu makan” Sahut Ricky memasukkan sayuran kemulutnya
Aigoo Changjo-ya omonganmu membuatku mual” Kata Chunji menenggak air didepannya
Hyung memang ada yang salah dengan perkataanku?! Kan semua fakta” Bantah Changjo
“Yang salah itu otakmu, dewasa sebelum waktunya” Orang disamping Niel yang mengenakan topi berbicara
Ya~ CAP hyung bahasamu kasar sekali, noona tolong aku” Changjo mendekat kearah Yoo Ra

Kualihkan bola mataku menuju wajah yang tepat duduk disampingku. Terlihat dia tengah menenggak segelas air dengan mata tak lepas dari wajah Yoo Ra yang berada dihadapannya. Dengan mata tak berkedip, Niel tetap melihat Yoo Ra yang sudah terlihat jengah dengan kelakuan Changjo.
“Apa kau cemburu Niel-ah?” Batinku
Niel yang mengetahui aku tengah meliriknya menjadi salah tingkah dan meletakkan sembarang gelas yang berisi air, sehingga membuat air dalam gelas itu tumpah ruah diatas meja yang membuat keributan kecil dalam dinner kali ini.
Ya! Anh Daniel apa yang kau lakukan?! Seru Chunji
“Apa yang sedang kau perbuat hyung?!” Ricky kali ini berucap
“Bersihkan sekarang juga Niel-ah” perintah CAP
“Niel-ah, kalau airnya menyentuh karpet. Mati kau” Ujar Yoo Ra

Niel membersihkan meja dengan panik dan wajah memucat karena bisingnya kicauan semua orang. Kulihat wajah Niel yang tertunduk saat membersihkan meja, entah kenapa hatiku ikut dibersihkan olehnya. Semua seakan sunyi sekarang. Dan acara dilanjutkan kembali dengan masih meledek Niel, yang anehnya Niel sama sekali tidak membalas semua itu.

“Aku harus pulang, sudah jam segini” Ujarku pada Yoo Ra saat melihat jam yang menunjukkan pukul 22.00 kst
“Apa kau yakin Icha-ya? Ini sudah larut malam, menginaplah” Pinta Yoo Ra
Mianhae Yoo Ra-ya, eomma pasti akan mencariku” Ujarku
“Aku akan mengantarnya” Sahut Niel yang melihat wajah khawatir Yoo Ra
Ne, kupercayakan Icha-ya Niel-ah” Yoo Ra mengangguk
“Kau selalu bisa mengandalkanku noona” Niel bersemangat

***

Dalam udara malam yang dingin, kumasukkan dalam-dalam hatiku agar tak ikut dingin dan membeku. Aku berjalan tertunduk dengan berjalan perlahan disamping seorang namja yang mengenalkan mantel berwarna coklat. Namja yang telah dengan teganya mengambil hatiku tapi dia telah memberikan hatinya untuk yeoja lain. Angin dingin yang berhembus, seperti menghempaskanku lebih jauh dari yang dia lakukan pada daun-daun yang kini tengah berkibar kearahku.

“Niel-ah” Ujarku memecah keheningan malam masih dengan tertunduk
“Kau percaya pada cinta pada pandangan pertama?” Tanyaku melihat wajahnya
“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Ujar Niel bingung
Eopseo, hanya bertanya. Jadi apa kau percaya?” Tanyaku kembali
Niel mengangguk “Ne
“Kau pernah mengalaminya?” Tanyaku lebih jauh
Lagi-lagi Niel mengangguk “Ne, pada seorang noona” Ucap Niel dengan senyum yang mengandung arti


**To Be Continued**

--------------------------------------------------------------------------

Yang Mau dibuatin FF bisa lihat ketentuannya di sini >> ::Request Fanfiction::





2 komentar:

  1. Changjo gombal bgt-__- keren thor, lanjut ke next chap:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih chingu.. udah ada lanjutannya kok bahkan sampe ending :)

      Hapus

Udah bacakan.. mari mari cipika cipiki sama yang punya :)

My Image